Sekkab Banyuwangi Guntur Priambodo didampingi ketua Baznas, pengurus LKSA Budi Mulya, pejabat Dispora, Sekcam Banyuwangi, dan Lurah Sumberejo foto bersama seratus santri Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan di aula Panti Budi Mulya saat pembukaan acara pada Sabtu (28/2/2026). (Foto: Irwan/ IST)
sahabatbudimulya.org – Banyuwangi kembali menjadi bagian dari gerakan nasional kebaikan. Pada 28 Februari 2026, program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan 1447 H / 2026 M yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) resmi digelar di LKSA Budi Mulya. Sebanyak 100 anak yatim dari berbagai panti asuhan di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi mengikuti pembinaan keagamaan yang berlangsung selama dua hari, 28 Februari hingga 1 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di 20 titik pada 10 provinsi di Indonesia. Banyuwangi menjadi salah satu lokasi terpilih, menghadirkan semangat Ramadhan yang bukan hanya sarat ibadah, tetapi juga penuh kepedulian sosial.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Banyuwangi yang diwakili oleh Sekretaris Kabupaten Banyuwangi, Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pesantren ini dan menekankan pentingnya pembinaan spiritual bagi generasi muda, khususnya anak-anak yatim.
“Harapannya dengan pesantren ini, selain memperdalam keimanan dan ketakwaan, juga menimbulkan keterikatan dan kebersamaan hubungan antar anak panti,” ungkapnya.
Suasana aula terasa khidmat. Anak-anak duduk rapi dengan wajah penuh semangat. Mereka tidak hanya mengikuti materi pembinaan, tetapi juga merasakan perhatian nyata dari berbagai pihak.
Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi, Drs. Dwi Yanto, M.A.P., menjelaskan bahwa Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan dirancang untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membangun karakter. Zakat yang dihimpun disalurkan secara produktif dan edukatif, agar memberi dampak jangka panjang bagi penerima manfaat.
Perwakilan LKSA Budi Mulya, H. Yudi Setyo Prayogo, S.H., M.Kn., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi energi positif bagi anak-anak asuh untuk semakin percaya diri dan memiliki harapan besar terhadap masa depan.
Ketua Panitia, Ust. Fian Mahdy Akbar, S.E., menambahkan bahwa selama dua hari peserta mengikuti tiga sesi pembinaan keagamaan yang dikemas secara interaktif, mulai dari penguatan akidah, pemahaman ibadah Ramadhan, hingga wawasan keislaman aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Anak-anak yang hadir berasal dari beberapa panti, di antaranya LKSA Budi Mulya Banyuwangi, LKSA Husnul Khotimah Rogojampi, LKSA Al Qolam Tegalsari, dan LKSA Rumah Tumbuh. Kebersamaan lintas panti ini mempererat ukhuwah dan menumbuhkan rasa saling mendukung.
Pembagian 100 Kotak Susu oleh BAZNAS Kabupaten Banyuwangi
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan gizi anak-anak, BAZNAS Kabupaten Banyuwangi juga menyalurkan 100 kotak susu kepada seluruh peserta Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan.
Pembagian susu ini bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi wujud perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak yatim. Nutrisi yang baik diharapkan dapat mendukung semangat belajar dan aktivitas ibadah mereka selama bulan Ramadhan.
Momentum penyerahan berlangsung penuh kehangatan. Senyum ceria terpancar dari wajah para peserta saat menerima bantuan tersebut. Hal ini menjadi pengingat bahwa zakat bukan hanya menghadirkan pembinaan spiritual, tetapi juga kepedulian terhadap kebutuhan fisik dan kesejahteraan anak-anak.
Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan di Banyuwangi menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan lembaga sosial mampu menghadirkan manfaat nyata. Ramadhan pun terasa lebih bermakna, karena di dalamnya tumbuh harapan, persaudaraan, dan cahaya masa depan bagi 100 anak yatim yang hadir. (ysp)

